Selasa, 20 Maret 2012

Analisi wacana kritis dalam vidio “grammer suroboyo”




Analisis wacana kritis dalam vidio “grammer soroboyo”
Kajian Wacana Kritis
Oleh : Okky Novianto
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
            Media video sangat sesuai dengan tipe isi prosedural atau keterampilan, karna video dapat menampilkan gerakan dan peserta didik dapat menirukan gerakan dalam waktu hampir bersamaan. Video dalam system penggunaannya merupakan sekumpulan komponen yang satu sama lain saling bekerjasama yang pada fungsi akhirnya dapat mengirim suara serta gambar yang bergerak, video juga merupakan suatu peralatan pemain ulang (Play Back) dari suatu program rekaman baik berupa rekaman audio maupun gambar.
J.E Kemp (1985 : 221) mengatakan bahwa video dapat menyajikan informasi, mengambarkan suatu proses dan tepat mengajarkan keterampilan, menyingkat dan mengembangkan waktu serta dapat mempengaruhi sikap. Hal ini dipengaruhi oleh ketertarikan minat, dimana tayangan yang ditampilkan oleh media video dapat menarik gairah rangsang (stimulus) seseorang untuk menyimak lebih dalam.

Secara empiris kata video berasal dari sebuah singkatan yang dalam bahasa inggris yaitu visual dan audio. Kata Vi adalah singkatan dari Visual yang berarti gambar, kemudian pada kata Deo adalah singkatan dari Audio yang berarti suara. Dari pemnjelasan di atas dapat kita simpulkan pemahaman bahwa VIDEO adalah merupakan seperangkat komponen atau media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan. Pada dasarnya hakekat video adalah mengubah suatu ide atau gagasan menjadi sebuah tayangan gambar dan suara.
Teori kritis muncul di kalangan ilmuwan sosial di Frankfurt (Jerman), merupakan kritik terhadap perkembangan masyarakat dengan maksud membebaskan manusia dari belenggu budaya teknokrat modern (Magnis-Suseno, 1992:160). Teori kritis tidak hanya bersifat kontemplatif, melainkan juga bermaksud mengubah, membebaskan manusia dari belenggu yang dibuatnya sendiri, ingin mengembalikan kemerdekaan dan masa depan manusia (ibid. 162).
Teori kritis pada dasarnya merupakan usaha pencerahan (Magnis-Suseno, 1992: 165), yakni bermaksud menciptakan kesadaran kritis terhadap “kemajuan – kemajuan” kehidupan manusia. Teori kritis hendak menyingkap kemajuan semu yang berkembang, misalnya : rasionalisasi dari akal budi obyektif ke akal budi instrumentalis menghasilkan irasionalitas karena akal budi kehilangan otonomi dan menjadi alat belaka (Sindhunata, 1982:121).
Teori Kritis “awal” (era Horkheimer) merupakan koreksi terhadap teori Karl Marx tentang perubahan masyarakat. Teori Karl Marx yang bersifat obyektif tentang perubahan masyarakat merupakan deskripsi hukum – hukum obyektif yang menentukan perkembangan masyarakat (Magnis-Suseno, 1992: 164).
Menurut para cendekiawan Frankfurt, teori Marx telah jatuh ke dalam jebakan kontemplatif, padahal semula bermaksud emansipatoris (ibid. 164). Teori Marx telah membeku menjadi teori kontemplatif,yang hanya mendiskripsikan fakta – fakta obyektif, maka tidak lagi bersifat emansipatoris. Marx jatuh kedalam salah paham positivistik terhadap teorinya sendiri (ibid.164).
Teori kritis “awal” tersebut telah gagal menjadi teori yang emansipatoris karena bertolak dari pengandaian – pengandaian dari teori yang ditolaknya (teori Marx yang berdasarkan paradigma manusia kerja). Habermas membaharui teori kritis, dengan titik tolak paradigma manusia adalah makhluk yang berinteraksi (paradigma komunikasi); masyarakat komunikasi terbuka bebas tekanan.
Menurut Habermas, kerja merupakan salah satu tindakan dasar manusia dan disamping bekerja manusia masih melakukan tindakan dasar lain yakni interaksi (Magnis-Suseno, 1992:171). Bekerja merupakan tindakan manusia terhadap alam sedangkan interaksi merupakan hubungan manusia dengan manusia lain (ibid). Tampak disini bahwa kegagalan teori kritis (meskipun telah melampaui teori Marx) karena kesempitan paham tentang filsafat manusia yang dijadikan pengandaiannya.


           

1.2 Tujuan pembahasan
            Tujuan pembahasan  dalam vidio grammer suroboyo dengan menggunakan kajian wacana kritis dapat dirumuskan sebagai berikut :
a.       Tujuannya adalah mengkritisi ideologi yang melatarbelakangi sebuah wacana dengan jalan menelanjangi asumsi-asumsi kebenaran yang seringkali sudah menjadi common sense di masyarakat?
b.      Bagaimana Konteks yang ada sehingga menjadi bahan kritik dalam acara “Grammer suroboyo”?
c.       Ideologi apa yang ingin disampaikan dalam acara “Grammer suroboyo”?

1.3 Pendekatan Kajian
            Pendekatan kajian yang digunakan adalah kajian wacana secara kritis.

2. Strategi Kritik yang disampaikan dalam vidio “Grammer Suroboyo”
            Kritik yang disampaikan dalam acara “Grammer suroboyo” dikemas dalam bentuk parodi. Dengan strategi ini dua tokoh yaitu Suro dan Boyo membicarakan sesuatu yang ganjil yang terjadi di Indonesia dengan tujuan agar masyarakat mengerti untuk merasa dan berubah menjadi lebih baik, selain itu acara ini juga bertujuan agar penonton sadar akan apa yang terjadi di Indonesia sehingga mereka akan mengubah budaya-budaya negatif di Indonesia. Jika ini tidak dilakukan maka Indonesia akan semakin terbelakang.
            Dengan vidio ini masyakat haru menyadari pentingnya perkembangan zaman pada saat ini tetapi harus bisa memfilter mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka dan anak-anak mereka. Dalam vidio ini juga mengkritik tentang kemajuan para pemuda surabaya dan perkembangan zaman anak sekarang yang kurang wajar bagi usianya. Di vidio juga membicarkan tentang kejelasan hukum diindonesia.

 
3. Konteks Wacana dalam vidio “Grammer suroboyo”
3.1 Konteks perkembangan zaman
Sekarang ini, perkembangan jaman di Indonesia sudah semakin canggih, negara Indonesia pun yang sudah semakin tua umurnya juga mengalami kesempitan atau masalah di bidang perekonomi maupun social. Namun karena perkembangan jaman tersebut masalah-masalah di negara ini pun juga semakin bertambah, kita lihat saja bagaimana pergaulan remaja saat ini dan bagaimana para remaja memanfaatkan kemajuan dan teknologi canggih di negara Republik Indonesia ini. Ternyata para remaja sekarang ini tidak dapat memanfaatkan kemajuan dan teknologi tersebut. Buktinya saja sekarang-sekarang ini para remaja larut dalam pergaulan bebas dan narkoba yang semakin marak di negara
Indonesia. Negara Indonesia pun sudah menduduki peringkat negara terkorupsi atau pun seks bebas di bandingkan negara lain. Padahal, negara kita tercinta ini adalah negara yang berkabudayaan timur yang menjunjung tinggi kesopanan. Kenapa remaja kita sekarang ini banyak yang terjebak dengan hal-hal yang berpengaruh negatif. Sebagian besar mungkin disebabkan karena mereka kurangnya iman, lingkungan sekitar yang menjebak mereka melakukan hal tersebut, ataupun karena kurangnya komunikasi dengan keluarga. Komunikasi dengan keluarga sangatlah penting, agar setiap ada masalah apapun kita dapat bercerita kepada keluarga terdekat, keluarga kita pun
juga tidak akan menjebak kita dalam masalah yang sedang kita hadapi itu, bahkan keluarga kita akan membantu kita menemukan jalan keluar dari masalah kita. Namun, jika para remaja sudah terjebak sulitlah sudah untuk mengembalikan diri kita menjadi normal atau sedia kala karena, narkoba dan seks bebas sngatlah terikat kuat satu sama lainnya. Misalnya saja jika kita sudah terkena atau ketergantungan dengan narkoba secara otomatis kita pun juga akan terjebak denag namanya seks bebas. Walaupun mula-mulanya hanya coba-coba dengan narkoba jangan dikira kita dapat dengan mudah meninggalkan kata narkoba dari dalam diri kita. Karena butuh waktu yang cukup lama untuk tidak terpengaruh lagi dengan kata narkoba, kita harus mempunyai niat sungguh-sungguh yang tertanam dalam diri kita sendiri, membutuhkan biaya yang cukup besar karena kita perlu bolak-balik ke tempat rehabilitas, dan yang pastinya membuat keluarga menjadi malu dan sangat merugikan diri kita sendiri tentunya. Dari Narkoba itu sendiri pun tidak ada untungnya sama sekali untuk diri kita maupun orang lain. Perilaku Seks Bebas itu pun juga akan membuat image kita sebagai generasi muda di Indonesia tercemar buruk, karena Seks bebas itu pun juga lebih banyak kerugiannya dari pada keuntungan yang kita raih misalnya jika kita melakukan seks bebas tidak menutup kemungkinan kita akan terjangkit penyakit yang sangat mengerikan dan belum di temukan obatnya yaitu HIV/ AIDS yang tidak berpandang buluh saiapa yang akan terjangkit penyakit tersebut karena semua orang bisa terkena jika orang tersebut pernah melakukan seks bebas, anak-anak mereka nantinya pun tidak menutup kemunkinan akan terkena penyakit tersebut karena adanya aliran darah yang mengalir ke anak mereka tersebut. Kita sebagai generasi muda harus hati-hati dalam bertindak ataupun melangkah, karena jaman sudah semakin canggih, dan jaman sudah semakin modern kita harus dapat memanfaatkan kemajuan dan kecanggihan yang terjadi dijaman kita ini. Sebagai keluarga yang paling dekat dengan diri kita harus selalu berkomunokasi dengan baik agar perilaku anak-anak kiata nanti tidak akan berperilaku menjadi pengedar narkoba, pecandu narkoba, seks bebas, ataupun perilaku buruk lainnya. Dan keluarga itu pun harus dapat menjaga dan memperhatikan buah hatinya. Yang terlihat sekarang ini saja ank SD sudah mulai mencoba yang namanya rokok mereka pun tidak menutup kemungkinan akan ketergantungan dengan rokok dan mencoba hal-hal lainnya seperti narkoba, dan semakin beranjaknya umur mereka juga akan melakukan seks bebas.

3.2 Konteks perkembangan anak
Dunia kognitif masa anak anak prasekolah adalah kreatif, bebas, dan penuh imajinasi. Di dalam seni mereka, matahari kadang kadang berwarna hijau, dan langit berwarna kuning. Mobil mengambang di awan, dan manusia seperti kecebong. Imajinasi anak anak prasekolah terus bekerja, dan daya serap mental mereka tentang dunia semakin meningkat. Bahasan tentang perkembangan kognitif masa awal anak anak kali ini berfokus pada tahap pemikiran praoperasional piaget. Pada tahap masa awal anak, seorang anak telah memasuki perkembangan kognitif tahap praoperasional. Menurut piaget, tahap ini terjadi pada usia anak mencapai 2 hingga 7 tahun. Pada tahap inilah konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, egosentrisme mulai kuat dan kemudian melemah, serta keyakinan pada hal hal yang magis terbentuk.
Pemikiran praoperasional adalah awal kemampuan untuk merekonstruksi pada tingkat pemikiran apakah seorang anak dalam melakukan sesuatu. Pemikiran praoperasional juga mencakup peralihan penggunaan simbol dari yang primitif kepada yang lebih canggih. Pemikiran praoperasional dapat dibagi ke dalam dua subtahap: subtahap fungsi simbolis dan subtahap pemikiran intuitif.
Subtahap Fungsi Simbolis
Subtahap Fungsi Simbolis (symbolic function subtange) adalah subtahap pertama pemikiran praoperasional yang terjadi sekitar usia 2 hingga 4 tahun. Pada subtahap ini, anak anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada. Kemampuan untuk berpikir simbolis semacam ini disebut dengan fungsi simbolis dan kemampuan itu mengembangkan secara cepat dunia mental anak. Hal yang paling bisa diamati adalah anak kecil menggunakan desain corat coret untuk menggambarkan manusia, rumah, mobil, awan, dan lain lain.
Anak anak kecil tidak terlalu peduli dengan realitas, gambar gambar yang mereka buat penuh daya cipta. Matahari biru, langit kuning, dan mobil mengambang diawan, semua itu adalah dunia simbolis dan imajinatif mereka.
Egosentrisme (egocentrism) adalah suatu ciri pemikiran praoperasional yang menonjol. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan perspektif diri dengan perspektif oranglain. Anak belum memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan, dilihat dan dipikirkan oleh oranglain, ia lebih cenderung untuk melihat sesuatu dari sudut padang dirinya sendiri.
Animisme (animism) adalah bentuk lain pemikiran praoperasional. Animisme adalah keyakinan bahwa objek yang tidak bergerak memiliki suatu kehidupan dan dapat bertindak. Anak kecil dapat menunjukkan pemikiran animisme dengan mengatakan seperti: “Ma, pohon itu mendorong daunnya biar bergerak gerak agar daunya jatuh”. Anak kecil menggunakan animisme karena sulit membedakan kejadian kejadian yang tepat bagi penggunaan perspektif manusia dan buka manusia.
Namun sebagian developmentalis percaya bahwa animisme merupakan pengetahuan dan pemahaman yang kurang lengkap, bukan suatu pemahaman menetap tentang dunia. Perlu untuk menjelaskan lebih lanjut agar terbentuk pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia.
Subtahap Pemikiran Intuitif
Subtahap pemikiran intuitif (intuitive thought substage) adalah subtahap kedua pemikiran praoperasional yang terjadi sekira usia 4 hingga 7 tahun. Pada tahap ini, anak anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan.
Piaget menyebut pada periode waktu ini anak anak tampaknya begitu yakin tantang pengetahuan dan pemahaman mereka, tetapi belum begitu sadar bagaimana mereka tahu apa yang mereka ketahui itu. Lebih jelasnya mereka mengatakan mengetahui sesuatu, tetapi mengetahuinya dengan cara tidak menggunakan pemikiran rasional.
Centration terbukti paling jelas terjadi pada awal anak anak yang kekurangan pemahaman conservation. Conservation adalah suatu keyakinan akan keabadian atribut objek atau situasi tertentu terlepas dari perubahan yang bersifat dangkal. Seorang dewasa akan dapat membedakan dengan jelas jumlah suatu cairan (air) yang dipindah dari sebuah piring kedalam gelas dengan mengatakan jumlah cairan tetap sama. Tetapi tidak dengan anak kecil, sebaliknya mereka tertipu oleh tinggi cairan akibat tinggi gelas.
Karakteristik lain anak anak praperasional adalah mereka menanyakan serentetan pertanyaan. Pertanyaan pertanyaan anak yang paling awal tampak kira kira pada usia 3 tahun, dan pada usia 5 tahun mereka membuat pusing orang orang dewasa disekitarnya karena lelah menjawab pertanyaan pertanyaan ”mengapa” mereka.
Pertanyaan pertanyaan meraka menunjukkan akan perkembangan mental dan mencerminkan rasa ingin tahu intelektual mereka.Ppertanyaan pertanyaan ini menandai munculnya minat anak anak akan penalaran dan penggambaran kenapa sesuatu seperti itu. Seperti mengapa matahari bersinar, mengapa adik ada diperut ibu, mengapa ada orang di televisi, dan lain lain.
Dengan mengetahui dan membahas sejumlah karakteristik perkembangan kognitif anak pada tahap pemikiran praoperasional, diharapkan bisa membantu anda mengingat karakteristik ini untuk memahami bagaimana taraf berpikir anak pada usia awal anak anak

4. Ideologis Kritis dalam vidio “Grammer suroboyo”
             Kritikan masalah global warming adalah
Pak woh : ojoj-ojok warungku iki kenek  krisis global pisan mangakne saiki sepi.
“Klepon teko meduro,amerika krismon wong cilik melok sengsoro”
(vidio grammer suroboyo part 3)

Dalam kenteks ini pak woh mejelaskan kenapa amarika yang kena krismon tetapi rakyat kecil kna imbasnya. Padalah indonesia negara yang kaya sehingga harus bisa memakmurkan masyarakat kecil tapi kenyataannya sekarang berbeda. Banyak warga yang masih banyak pengemis asongan dll.

Kritikan terhadap calon pemimpin
              Suro : oh yo marine lak onok coblosan mane yo..sampeyan mele sopo pak wo??
Pak wo : lak q gak nekoh-nekoh rek seng penting bahan sembako murah.
(vidio grammer suroboyo part 3)

Dalam konteks menyatakan bahwa siapapun kelak yang menjadi pemimpin jangan sampai lupa akan kwajibannya yaiktu selalu ingat janjinya dulu sebelum ia jadi seorang pemimpin. Tetapi pada kenyataannya calon pemimpin sekarang hanya bisa janji-janji sebelum dipilih, tetapi kau jadi mereka lupa akan janji-janji itu. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri.
Suro : lo masih mending, uang gue dibawa edi kancil berpuluh-puluh tahun gak balik-balik.
Boyo : iyo nang ndi yo wonk iku saiki?? Wez koen goleki nang lapangan tenes ta?? Sopo ngerti wonge nontok pertandingan tenes??
Suro : kalo itu sakti yo, dipenjara dijakarta tapi bisa muncul dibali.
(vidio grammer suroboyo part 4)
Dalm percakapan diatas suro dan boyo membicarakan tentang si gayus tambunan tetapi namanya giganti edy kancil. Kenapa seorang nara pidana yang dipenjara dijakarta bisa lihat pertandingan tennes di bali. Suro menggunakan nama edi kancil mungkin menyamkan si gayus dengan kancil, kita semua tahu kancil adalah hewan yang licik.

Boyo : cobak delok saiki malah ake arek-arek seng kerjo ndek luar negri, coba pikeren opone seng salah?
(vidio grammer suroboyo part 4)
Kita tahu banyak pemuda diindonesia menjadi seorang TKW untuk mengaduh nasib mereka. Padahal diindonesia banyak perusahaan- perusahaan dan indonesia sangat kaya. Kenapa pengaturan agar rrakyat kecil sejahtera sulit untuk dilaksanakan, selama ini hanya janji yang bisa diberi oleh para pemerintah kepada masyarakat kecil.

Suro: bagaimana sekarang perkembangan gedung tosan??
Boyo : yo iku mau jeh, dana seret..proyek mangkrak..
(Vidio grammer suroboyo 4)
Gedung tosan adalah gedung tontonan akhir pekan, para remaja ingin sekali mempunyai gedung tosan karena digunakan untuk berapresiasi digedung itu. Seperti pertunjukan drama, band, dll. Percakapan ini diajukan pemerintah kota surabaya agar bisa membangung gedung tosan sebagai wadah kreasi pemuda surabaya.

Boyo : pr ku dorong mari!
Suro : lo emangee onok pr?
Boyo : iyo pr itung-itungan iku loh, meskipun gak onok pr tapi tetep sinau yo..
Suro : sinau ko’ terus-terusan koyok mimik susu ae.
Boyo : lo cek pinter yo.
(vidio grammer suroboyo “suro boyo cilik”)
Dalam percakapan ini suro dan boyo membicarakan tentang pekerjaan rumah. Tapi banyak kita lihat kenyataan yang ada banyak anak kecil yang menganggap pekrjaan rumah dan belajar itu kurang penting mereka lebih asik lihat tv dan bermain plastasion. Dan bermain yang lain.

Suro : aku gak senag dadi dokter, aku pengen dadi anak band, aku kan pinter nyanyi.
Boyo : oww.. cobak koen ro ndak lagu-lagu daerah indonesia??
Suro : emange koen ero yo??opo ae coba’??
Boyo : lah malah ganti takon, lagu daerah iku koyok injit-injit semut, kakak tua, anak kambing saya, sijali-jali dan bengawan solo. Trus awakmu ngerti lagu apa??
Suro : empek –empek dicampur lodeh, kecil dechhh...(menyanyikan lagu st 12)..
          Apik yo suaruku??
Boyo : arek cilik ko’ nyanyi lagu cinta??
Suro : opo’o se yo??
Boyo : kupingku rasane koyok ditosok tugu pahlawan.
(vidio grammer suroboyo “suro boyo cilik”)
Pada zaman sekarang banyak anak-anak kecil yang mudah menghafal lagu-lagu orang dewasa dari pada lagu bagi seusia mereka. Mereka lebih mengenal lagu-lagu cinta dari pada lagu daerah.

Ideologi tersembunyi dalam vidio grammer suroboyo
Dalam vidio Grammer suroboyo banyak idologi yang tersimpan didalamnya tetapi dalam vidio Grammer suroboyo kritikan yang disampaikan tidak secara langsung tetapi dengan sindiran-sindiran yang diucapin oleh suro dan boyo.
Ideologi yang tersipan adalah membahas tentang masalah global warrning yang terjadi diamerika tetapi kenapa imbasnya sampai dirakyat kecil dinegara indonesia. Terus maslah gayus tambunan seorang nara pidana dijkarta kenpa bisa berlibur kebali. Selanjutnya masalah perkembangan anak kecil pada zaman sekaran yang lebih banyak hafal lagu khusus dewasa tetapi lagu anak-anak mereka jarang hafal.




PENUTUP
KESIMPULAN
            Dari pembahsan diatas dapat disimpulkan bahwa pada zaman sekarang banyak orang yang kurang bisa menyaring tentang kemajuan global jadi banyak orang yang berlebihan, dan begitu juga masalah poltik yang terjadi di indonesia masih dikatakan mengecewakan masyarakat. Dan begitupun anak kecil pada zaman sekarang pertumbuhan lebih cepat memang baik tapi apabila anak itu melebihi ap yang seharusnya diusianya itu juga kurang baik.

• Analisa Wacana Kritis adalah salah satu pendekatan kualitatif yang menginduk pada paradigma Kritis.
• Analisa Wacana kritis adalah salah satu metodologi dalam pemaknaan teks.
• Analisa wacana Kritis adalah pendekatan yang berorientasi pada interpretasi atau penafsiran peneliti
• Analisa Wacana kritis adalah salah satu pendekatan yang menganalisa apa yang ada dibalik teks dan ideologi apa yang ada dibalik teks.
















DAFTAR PUSTAKA

Denzin NK & Lincoln YS, 2009, Handbook of Qualitative Research, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Muhadjir, Noeng, 2000, Metode Penelitian Kualitatif, Rake Sarasin, Yogyakarta

Moleong, Lexy, edisi revisi 2006, Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung.

Sudarso, 2008, Metode Penelitian Sosial, Kencana Pranada Media Group, Jakarta.

Vidio “Grammer suroboyo part 3, 4, cilik”








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar